I.
PENDAHULUAN
Syukur
Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kepada
kita Hidayah, Taufiq, dan Inayah-Nya yang tiada terkira, sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Ulumul Qur’an II yang berjudul
“Amtsalul Qur’an” dengan tepat waktu. Sholawat dan Salam semoga tercurahkan
kepangkuan Baginda Nabi Agung Muhammad SAW yang telah menuntun umatnya dari
zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang ini.
Al-Qur’an merupakan salah satu kitab
suci yang mempunyai sejarah panjang yang dimiliki oleh umat islam dan sampai
sekarang masih terjaga keasliannya. Al-Qur’an bukan hanya sekedar menjadi
bacaan, akan tetapi Al-Qur’an memiliki fungsi dan selalu berkaitan dengan
fenomena dalam kehidupan ini. Salah satu ilmu dalam Al-Qur’an adalah Amtsalul
qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang perumpamaan- perumpamaan dalam
Al-Qur’an.
Salah satu aspek keindahan retorika al-Qur'an adalah amtsal
(perumpamaan-perumpamaan)-Nya. Al-Qur'an tidak hanya membicarakan kehidupan
dunia yang bersifat indrawi, tetapi juga memuat kehidupan akhirat dan hakikat
lainnya yang memiliki makna dan tujuan ideal yang tidak dapat di indra dan
berada di luar pemikiran akal manusia. Pembicaraan yang terakhir ini dituangkan
dalam bentuk kata yang indah, mempesona dan mudah dipahami, yang dirangkai
dalam untaian perumpamaan dengan sesuatu yang telah diketahui secara yakin yang
dinamai tamtsil (perumpamaan) itu.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Bagaimana
pengertian amtsalul Qur’an?
B.
Bagaimana
rukun-rukunnya amtsalul Qur’an”
C.
Ada
berapa macam-macam amtsalul Qur’an?
D.
Bagaimana
contoh dari amtsalul Qur’an?
E.
Bagaimana
hikmah adanya amtsalul Qur’an?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Amtsalul Qur’an
Menurut bahasa amtsal berasal dari
kata mitsl yang artinya perumpamaan,
sedangkan menurut istilah terdapat beberapa pendapat, yaitu:
Ø Menurut
istilah ulama ahli Adab, amtsal adalah ucapan yang banyak menyamakan keadaan
sesuatu yang diceritakan dengan sesuai atau yang dituju.
Ø Menurut
istilah ulama ahli Bayan amtsal adalah ungkapan majaz yang disamakan dengan
asalnya karena adanya persamaan yang mana dalam ilmu balaghah disebur dengan
istilah tasybih.
Menurut ulama ahli tafsir, amtsal
adalah menampakkan pengertian yang abstrak dalam ungkapan yang indah, singkat
dan menarik, yang mengenang dalam jiwa, baik dengan bentuk tasybih maupun majaz mursal.
Orang yang pertama kali menyusun
ilmu amtsal ialah Syaikh Abdur Rahman Muhammad bin Husain An-Naisaburi,
kemudian Imam Abul Hasan bin Ali bin
Muhammad Al-Mawardi, Ibnul Qoyyim dan Jalaludin As-Suyuti. Ahli balaghah
mensyaratkan bahwa tamsil itu harus memenuhi beberapa ketentuan, yaitu: bentuk
kalimatnya ringkas, isi maknanya mengena dengan tepat, perumpamaannya baik dan
sampiran atau kinayahnya harus indah.
B.
Rukun-rukun Amtsalul Qur’an
Adapun rukun amtsal (tasybih) ada empat, yaitu:
a. Wajah
Syahbah
Yaitu pengertian yang bersama-sama yang ada pada
musyabbah dan musyabbah bih.
b. Alat
Tasybih
Yaitu kaf, mitsl, kaanna, dan semua lafadz yang
menunjukkan makna perserupaan.
c. Musyabbah
Yaitu sesuatu yang diserupakan
(menyerupai) musyabbah bih.
d. Musyabbah
bih
Yaitu sesuatu yang diserupai oleh
musyabbah.
C. Macam-macam Amtsalul Qur’an
Amtsal dalam Al
Qur’an ada 3 macam yaitu:
1.
Amtsal
yang tegas (musharrahah).
2.
Amtsal
yang tersembunyi (kaminah).
3.
Amtsal
yang terlepas (mursalah).
Ø Amtsal musharrahah, ialah yang ditegaskan di dalamnya lafal matsal
atau yang menunduk kepada tasybih.
Ø Amtsal kaminah, ialah yang tidak ditegaskan lafal tamsil. Tetapi
dia menunjuk kepada beberapa makna yang indah yang mempunyai tekanan apabila ia
dipindahkan kepada yang menyerupainya. Contohnya:
Ayat yang senada dengan perkataan
خَيْرُ
الْاُمُوْرِ الْوَسَطُ.
“Sebaik-baik urusan ialah yang seimbang.”
ialah firman Allah
...لاَ
فَارِضٌ وَلاَ بِكْرٌ. عَوَانٌ بَيْنَ ذلِكَ...(البقرة 68)
“...Sapi betina yang tidak tua tidak muda, pertengahan antara
itu...”
Ø Amtsal mursalah, ialah kalimat-kalimat yang disebut secara terlepas
tanpa ditegaskan lafal tasybih. Tetapi dapat dipergunakan untuk tasybih.
Contohnya:
اَلْئنَ
حَصْحَصَ الْحَقُّ......(يوسوف51 )......
“...Sekarang ini, jelaslah kebenaran itu...”
D. Contoh Amtsalul Qur’an
ü QS.
Al-ankabut: 41
مَثَلُ
الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللهِ اَوْلِيَاءَكَمَثَلِ الْعَنْكَبُوْتِ
اِتَّخَذَتْ بَيْتًا. وَاِنَّ اَهْوَنَ الْبُيُوْتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوْتِ لَوْ
كاَنُوْا يَعْلَمُوْنَ.
Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil
pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.
Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka
mengetahui”.
ü QS.
Ibrahim: 18
مَثَلُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ
اَعْمَالُهُمْ كَرَمَادِنِ اسْتَدَّتْ بِهِ الرِّ يْحُ فِى يَوْمٍ عَاصِفٍ. لاَ
يَقْدِرُوْنَ مِمَّا كَسَبُوْا عَلَى شَيْءٍ. ذلِكَ هُوَ الضَّلاَلُ الْبَعِيْدُ.
Artinya:
“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya,
amalan-amalan mereka seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari
yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa
yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang
jauh”.
ü QS.
Al-Baqarah: 261
مَثَلُ
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِى سَبِيْلِ اللهِ كَمَثَلِ
حَبَّةٍاَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ.
وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ. وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ.
Artinya:
“Perempuan (nafkah yang dikeluarkan oleh)
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap bitir seratus biji,
Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang di kehendakinya”.
Dari
ketiga contoh di atas dapat diartikan bahwa:
|
|
Contoh
1
|
Contoh
2
|
Contoh
3
|
|
Wajah
syabbah
|
Sifat
kelemahan
|
Kesia-siaan
|
Pertumbuhan
yang berlipat-lipat
|
|
Musyabbah
|
Orang
musyrik dan Laba-laba
|
Amalan
orang kafir
dan Abu
|
Shadaqah
di jalan Allah dan sebuah benih
|
|
Musyabbah
bih
|
Orang-orang
musyrik itu di umpamakan seperti laba-laba
|
Amalan-amalan
orang kafir
seperti abu yang ditiup angin dengan kencang
|
Shadaqah
ibarat menanam sebutir benih yang nantinya dapat tumbuh seratus benih
|
|
Alat
tasybih
|
Kata
mitsl
|
Kata
mitsl
|
Kata
mitsl
|
E. Hikmah Amtsalul Qur’an
Diantara hikmah-hikmah amtsalul
Qur’an, aialah:
1. Melahirkan
sesuatu yang dapat dipaham dengan akal dalam bentuk rupa yang dapat dirasakan
dengan panca indra, lalu mudah diterimanya dengan akal, lantaran makna-makna
yang dapat dipahamkan dengan akal tidaklah tetap didalam ingatan hati,
terkecuali apabila dituang dalam bentuk yang dapat dirasakan yang dekat kepada
paham.
2. Mengungkap
haqiqat-haqiqat dan mengemukakan sesuatu yang jauh dari pikiran sebagai
mengemukakan sesuatu yang dekat pada pikiran.
3. Mengumpulkan
makna yang indah dalam suatu ‘ibarat yang pendek.
IV.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan
di atas dapat disimpulkan bahwa Allah dalam menciptakan Al-Qur’an itu dengan
keistimewaan yang luar biasa. Salah satunya adalah “Amtsalul Qur’an” yang mana
Allah telah membuat perumpamaan yang sangat luar biasa. Dan perumpamaan
tersebut memiliki banyak manfaat bagi umat Islam.
Sekian makalah yang telah dipaparkan mengenai
“Amtsalul Qur’an” tentunya masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu mohon
kritik dan sarannya.
Semoga bermanfaat.
V.
PENUTUP
Alhamdulillah makalah saya dapat selesai dengan tepat
waktu, saya menyadari dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan baik
tulisan, editan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kami menunggu kritik dan
saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan makalah saya selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Syadali, Ahmad dkk, 1997. Ulumul Quran II. Bandung: Pustaka
Setia
Ash Shiddieqy Teungku Muhammad, 2002. Ilmu-Ilmu Al Qur-an. Semarang:
PT. Pustaka Rizki Putra
Ash-Shiddieqy, T. M. Hasbi , tt. Ilmu-ilmu Al-Quran Media Pokok
dalam Menafsirkan Al-Quran. Jakarta: Bulan Bintang