KISAH SAYYIDAH MASYITHOH
MEMPERTAHANKAN
KEIMANAN DAN KETAQWAAN
Ada seorag wanita Sholihah yang bernama Sayyidah Masyithoh, dia bekerja
di kerajaan Fir’au sebagai pembantu tugasnya menyisir rambut putrinya Fir’aun.
Suatu saat sisir yang di bawa Masyithoh jatuh ke lantai bawah, ketika mau di
pakai untuk menyisir putrinya Fir’aun.
Sayyidah Masyithoh beserta putrinya Fir’aun turun ke bawah untuk
mengambil sisir tersebut, sesampai di bawah Masyithoh mengambil sisir tersebut
seraya mengucapkan BISMILLAH, putrinya Fir’aun kaget dan terkejut dengan ucapan
Masyithoh BISMILLAH bukan mengucapkan BISMIFIR’AUN, karena pada saat itu
Fir’aun mengaku sebagai tuhan di muka bumi ini.
Putrinya Fir’aun melaporkan kepada ayahandanya, seraya berkata : ayah
kamu adalah tuhan seluruh alam ini, tapi
Masyithoh tidak mengakui engaku adalah tuhan. Akhirnya Fir’aun langsung marah
dan menyuruh prajuritnya untuk menangkap semua keluarganya Masyithoh untuk di
siksa. Fir’aun menyuruh prajuritya untuk menyiapkan wajan besar, wajan tersebut
di isi air yang mendidih.
Pertama yang akan di masukkan ke dalam wajan yang berisi air mendidih
adalah suaminya Sayyidah Masyithoh, sebelum di masukkan Fir’aun bertanya kepada
Masyithoh : “Wahai Masyithoh, apakah kamu mau mengakui aku adalah tuhanmu?” Masyithoh
Menjawab : “Tidak, Tuhanku adalah Allah SWT yang menguasai seluruh semesta alam
ini”, akhirnya suami Sayyidah Masyithoh di masukkan ke dalam wajan yang berisi
air mendidih. Kemudian, Fir’aun akan memasukkan anaknya Masyithoh yang baru
lahir, sebelum di masukkan ke wajan yang berisi air mendidih, Fir’aun terakhir
kali bertanya kepada Masyithoh : “ Masyithoh ini yang terakhir kali aku
bertanya kepada kamu, apakah kamu mau mengakui aku sebagai tuhanmu? Kalau kamu
mau mengakui aku sebagai tuhanmu, aku akan membebaskan anak kamu beserta kamu
Masyithoh”. Hati Sayyidah Masyithoh mulai tidak tega melihat anaknya akan di
masukkan ke wajan yang berisi air mendidih, tapi anaknya Sayyidah Masyithoh
tiba-tiba berkata kepada Ibunya : “Ibu jangan engkau mengakui Fur’aun sebagai
tuhan, karena Tuhan kita adalah Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang terhadap ummatnya, dan jangan engkau menangisi aku, kita akan bertemu
di Surga Kelak, jangan takut dengan siksanya Fir’aun karenya belum seberapa
dengan siksanya Allah SWT”.
Akhirnya Fir’aun menyuruh prajuritnya untuk memasukkan anaknya
Masyithoh ke dalam wajan yang berisi air mendidih. Setelah anaknya, Masyithoh
pun juga dimsukkan ke dalam wajan yang berisi air mendidih.
Ketika Rasulullah SAW melakukan Isro’ dan Mi’roj, Rasulullah di
lihatkan Surga dan Neraka. Ketika di Surga Rasulullah SAW melihat seorang gadis
yang cantik di Taman Surga, lalu Rasulullah bertanya kepada Malaikat Jibril AS
: “Wahai Malaikat Jibril AS siapakah gadis cantik di Taman Surga itu?” Malaikat
Jibril tersebut menjawab petanyaan Nabi Muhammad SAW : “Dia adalah Sayyidah
Masyithoh, ketika hidupnya dia di masukkan Fir’aun ke dalam wajan yang berisi
air mendidih karena mempertahankan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT”.