Ya Allah, dalam kelam sunyi sepI malam
Kumerenung diri, memikirkan diri
nan lemah ini
Betapa hamba ini lemah, hina dina
di mata-Mu
Gerak langkah tebaran desah nafas
membahana
Ketika prasasti-prasasti memecah
kesunyian jiwa
Ketika tombak-tombak panah itu
meluncur gesit
Aku terparanjat, terpaku dan
terpana
Menatap gelap, derita, kering
kerontang suasana
Terkadang kejenuhan melanda di
dada
Terkadang keletihan meronta-ronta
Terkadang pikiran melayang-layang
Ingin menjauh nan kepuncak bukit
sana
Agar tak bertanya kemana diri
pergi
Tatkala adzan bergema, tanda
sayup menjelang pergi
Mendengar dari balik awan, tiupan
angin
Dari puncak ku ingin bercermin
Namun sang cerminpun tak
menampakkan kejernihannya
Ya Allah, mengapa dunia sulit
menerima kebenaran-Mu
Mengapa hujan tanpak pucat dan
lesu
Mengapa langit gampang memberi
hujan,
Tapi tak gampang menerima air
Mengapa gemilau permata, kekayaan
materil
Masih di pandang sebagai ukuran
kemajuan
Mengapa.....ada apa....dan kenapa
Ya Allah
Kalimah-Mu seakan bagai angin
sepoi, berlalu tanpa bekas
Dihirup dan terbang entah kemana
Hanya karena ingin bertahan
dibawah pohon nan rindang
Tuhan-Ku........tolong daku
Bawa daku pergi ketempat-Mu yang
rindang
Aku ingin kesejukan, kedamaian,
jauh dari riuh desiran ombak
Adakah benar permintaanku ini Ya
Allah?
Mampukah diriku berlayar diombak
nan ganas itu
Mampukah daku bertahan gelombang
menantangku
Sementara kejenuhan-kejenuhan
terkadang tersirat pada desiran dada.