PENTINGNYA SEBUAH NIAT
Shobat yang budiman yang dirahmati oleh Allah SWT, niat merupakan kunci
segala kesuksesan , segala sesuatu itu (amal perbuatan) tergantung pada
niatnya, jika niatnya seseorang itu baik maka hasilnya akan baik sebaliknya
jika niatnya seseorang itu jelek maka hasilnya jelek juga. Hal ini dapat
dilihat dari Hadits Rasulullah Muhammad SAW : “Dari ‘Amirul Mu’minin Abu Hafsh Umar Ibn Khotthob R. A. dimana
beliau telah berkata : Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sudah
seharusnya semua amal (perbuatan) itu disertai dengan niat, dan sudah
seharusnya pula bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka
barang siapa yang hijrahnya itu menuju kepada (keridloan) Allah dan Rasul-Nya,
maka hijrahnya itupun kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang
hijrahnya itu karena tujuan duniawi (pangkat, kekayaan, kemegahan) yang hendak
diraihnya atau karena wanita yang hendak dikawininya, maka hijrahnya itupun
kepada sesuatu yang ditujunya (dikehendakinya)”. (HR. Bukhori dan
Muslim).
Niat itu sangat penting, karena niat menjadi syaratnya ibadah apa
saja, niat itu patokan segala amal perbuatan. Kata Bapak Eka Kurniawan, A. Md.
pada waktu pelajaran mengingatkan kepada semua siswa kalau amal pebuatan apa
saja tidak disertai dengan niat maka tidak akan terwujud (terjadi), beliau
memberikan rumus sebagai berikut : ( A +
B + C + D ) X S = SUKSES, yang penjabarannya adalah setiap tujuan (target)
setelah didahului dengan niat (komitmen) harus didukung dengan alat bantu +
Bertindak + Cita – cita/target + Do’a, kemudian dilipat gandakan dengan sikap
positif, maka akan tercapai apa yang dinamakan SUKSES. Hal ini berarti, apapun itu IKHTIAR, IBADAH, CITA-CITA,
SUKSES, SHOLAT, dan lain-lain harus diawali dengan niat agar benar-benar
tercapai keberhasilan dan berkah serta ridho dari Allah SWT.
Ketahuilah Shobat ALIF bahwa niat harus ikhlas karena Allah, bukan
karena dipuji orang, disanjung orang dan lain sebagainya. Dengan ikhlas itu
menjadi pondasinya segala amal sehingga dalam ikhtiar hidup kita akan
senantiasa mempunyai rasa tawakkal. Dalam Firman Allah yang artinya : “Padahal
mereka (orang) tidak disuruh kecuali supaya menyembah kepada Allah SWT dengan memurnikan
keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus……”(QS.
Al-Bayyinah : 5).
Ayat diatas memberikan pelajaran bagi kita, jika kita akan
melakukan ibadah niatnya haruslah ikhlas karena Allah SWT, tujuannya ingin
mendapatkan ridho dari Allah SWT semata bukan karena ingin dipuji sama orang
lain, menurut Imam Ghozali melakukan ibadah dan ikhtiar karena ingin dipuji
orang lain, itu termasuk Syirik Khofiy (tidak kelihatan/samar), akhirnya kita
tidak mendapatkan pahala dari Allah melainkan mendapatkan dosa-Nya.
Nah Shobat ALIF yang dirahmati oleh Allah SWT, marilah kita
sekarang latihan sedikit demi sedikit untuk melakukan amal (perbuatan) sesuatu
apa saja itu dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT dari lubuk hati yang
paling dalam untuk mencari ridho-Nya, bukan untuk pamer ataupun ingin
mendapatkan pujian dari orang lain na’udzu billah tsumma na’udzu billahi min
dzalik.
“Niat
haruslah Ikhlas karena Allah semata……….dan itu menjadi pondasi segala amal
segala dalam ikhtiar hidup kita akan senantiasa mempunyai rasa tawakkal”.
.